Hari 9 Turki : Selamat Tinggal Byzantium-Konstantinopel-Istanbul !

“Tahta Kekaisaran Romawi adalah konstantinopel, dan siapa yang berhasil menjadi kaisar Romawi akan menjadi kaisar dunia” George Trapezuntios

Sejarah Istanbul adalah sejarah peradaban itu sendiri, di kota inilah silih berganti imperium besar dapat kita saksikan. Istanbul adalah saksi bisu pertempuran, pergolakan hingga perebutan kekuasaan terjadi.

Dalam bukunya Alfatih sang Penakluk Konstantinopel, Alwi Alatas menjelaskan Kota ini pertama kali ditemukan oleh koloni Yunani pada tahun 658 SM hingga kemudian dikenal sebagai Byzantium. Perubahan nama menjadi Konstantinopel bermula ketika Constantine the Great Kaisar Romawi menguasai kota ini.  Ia mengubah nama kota ini berdasarkan namanya.

Konstantinopel memang kota yang sangat strategis, letak geografis inilah yang akhirnya menjadi pemicu banyak imperium yang berusaha untuk menguasai kota ini. Dari sketsa dibawah ini dapat kita saksikan betapa strategisnya kota ini.

istanbul map

Konstantinopel adalah satu-satunya kota didunia yang terletak di dua benua. Pada era nya, Konstantinopel adalah jalur strategis dalam perdagangan jalur sutra. Transportasi barang lintas benua, Eropa-Asia. Karena nilai kestrategisannya inilah, sejarah mencatat Selama 1123 tahun sampai musim semi 1433 M Kota ini telah mengalami 23 kali pengepungan. Namun, perkara menaklukkan konstantinopel bukanlah pekerjaan mudah, kota ini adalah salah satu kota dengan tingkat pengamanan tertinggi di zamannya. Tembok Theodosius yang berusia 1000 tahun mengelilingi kota ini dengan amat kokoh disebelah barat. Disebelah selatan dan timur, Laut Marmara adalah pilihan terakhir, Laut Marmara terkenal sebagai laut dengan arus bergelombang, badai terkadang hadir tiba-tiba. Belum lagi sepanjang pantainya di kawal tembok 15 kaki.

Satu-satunya zona yang paling lemah adalah Selat Bosphorus, seperti diungkapan Pierre Giles Ilmuwan Prancis Abad 16 “Bosphorus adalah kunci utama membuka dan menutup dua dunia dua lautan”. Tapi memasuki Bosphorus hanya melalui 2 pilihan : melalui Laut Marmara (jelas ini cukup sulit) atau melalui Laut Hitam. Sayangnya Laut Hitam pun tidak memberikan tawaran yang baik, karena area menuju Bosphorus dari Laut Hitam di kawal tembok meriam Rumeli Hisar.

 

Turki Era Kontemporer

Turki era kontemporer adalah pergulatan sengit kubu islamis dengan sekuler yang digawangi oleh pihak militer. Paska runtuhnya Kekhalifhan Utsmani pada tahun 1924 Mustafa Kemal Attaturk sebagai presiden pertama Republik Turki melancarkan serangkaian agenda sekulernya, memisahkan agama dan negara. Bahasa Arab dihapuskan dan diganti dengan bahasa Latin, pelarangan penggunaan jilbab bagi muslimah, penutupan madrasah dan masjid, pelarangan penggunaan bahasa Arab pada shalat dan Alqur’an, baginya agama hanya akan membuat Turki kembali mundur ke masa lalu.

Kebijakan Attaturk bukan tanpa perlawan dari kubu islamis, berbagai kelompok berusaha melawan kebijakan sekulerisme Atttaturk, tapi dengan kelompok militer di belakangnya, mudah bagi Attaturk untuk melakukan tindakan refresif meredam para ‘pemberontak’ kebijakkanya itu.

Tidak banyak yang bisa di lakukan kubu islamis dengan cara-cara konfrontatif, hasilnya justru militer akan kembali melakukan aksi refresifnya dengan berbagai macam cara.

Sebut saja partai islam pertama Mili Nizzam Partisi-MNP yang dipimpin Necmetin Erbakan, partai yang didirikan pada wal 1970 ini hanya berumur 1 tahun, militer melakukan aksi konfrontatifnya dengan cara membubarkan partai ini, alasannya jelas : dianggap mengancam nilai sekulerisme ala Attaturk.

Siklus pendirian partai islam lalu diikuti pembubaran oleh militer terus terjadi, sebut saja MSP Mili Salamat Patisi-MSP (Partai Keselamatan Nasional)  yang didirikan pada 1972 ini pun tidak berumur panjang, 1980 militer kembali membubarkannya. Hal yang sama terulang di 1987, Partai Rafah (Partai Kesejahtraan) yang kembali didirikan Erbakan, kembali dibubarkan oleh militer pada 1996.

Kaum islamis baru berhasil bertahan dan diakui melalui partai AKP dengan Erdogan sebagai sosok sentralnya, yang berturut-turut pada pemilu 2002, 2007 dan 2011 mendapatkan 34%, 46% dan 50% suara.

***

Setelah hampir sembilan hari menjelajah di Kota ini tibalah hari ini kami harus kembali ke tanah air, Turki khususnya Istanbul selama sembilan hari ini telah memberikan beragam pengetahuan, pengalaman, kisah dan persaudaraan yang sangat berarti bagi kami, tapi tentu saya merasa masih belum puas dan sangat menginginkan untuk kembali menjelajah Kota ini lagi suatu saat nanti.

IMG_3919

Siang itu Mas Okky menggunakan mobil KJRI mengantar kami menuju Bandara Internasional Attaturk, persaudaraan kaum minoritas di tanah rantau ini begitu kuat, 9 hari ini kami yang di Tanah Air tidak saling mengenal di tanah rantau justru saling tolong dan akrab.

Bandara International Attaturk menjadi saksi perpisahan kami, semoga ini bukan perpisahan selamanya, tetapi perpisahan sementara dan kami akan kembali bertemu mereka suatu saat nanti.

IMG_3930

5 thoughts on “Hari 9 Turki : Selamat Tinggal Byzantium-Konstantinopel-Istanbul !

  1. Assalamualaikum wr wb..
    Sebelumnya perkenalkan nama saya Asita Widyaningrum, mahasiswa IPB angkatan 50. Saya tidak sengaja menemukan blog anda di google, ketika saya sedang mencari salah satu ayat yang mengenai kebaikan sebesar biji zarah. Kemudian muncul blog mas denny. Begitu melihat menu “traveling”, saya langsung tertarik untuk melihat-lihat blog ini. Apalagi ketika tertulis “Konstantinopel-Istanbul.”

    Saya belum membaca tulisan perjalanan Hari 1-8, namun di tulisan hari ke 9 ini sudah cukup membuat saya berkaca-kaca, betapa beruntungnya mas denny sudah diberi kesempatan oleh Allah untuk datang kesana.

    Baiklah, sepertinya saya masih ingin mengelilingi blog ini. Mohon izin^^

  2. Merhaba!
    Subhanallah.. saya sudah selesai membaca perjalanan anda dari awal hingga akhir di negeri dua benua, sebuah negeri yg sangat sangat saya impikan dan ingin saya kunjungi suatu saat nanti. Terimakasih sdh membagi pengalaman anda, setidaknya walau saya blm berkesempatan ke turki, tapi saya sudah berkesempatan membaca cerita2 ini dan menjadikan saya seolah sedang ikut berjalan ditepian bhosporus :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s