Imaji

Hampir 2 tahun belakangan saya hidup dalam sebuah lingkungan yang dahsyat, lingkungan dimana sejak awal kami diarahkan untuk berpikir jauh kedepan, mencoba visioner. Masing-masing dari kami akhirnya memiliki mimpi jangka panjang, hingga ujungnya adalah kontribusi terbesar.

Jabatan-jabatan formal semacam Gubernur, Menteri, Presiden, Peneliti, Pimpinan lembaga ini itu dll akhirnya kami coba visualisasikan, sekali lagi, ini adalah mimpi kontribusi, sebuah struktur formal yang coba kami kejar kapasitasnya, bukan jabatannya.

2 tahun berlalu, akhirnya saya sampai pada sebuah pertanyaan, mungkin ini terlalu terlambat, tetapi sebuah adagium mengatakan better late than never. Timbul sebuah pertanyaan besar, apakah ketika nanti atau bahkan 5 tahun kedepan, amanah itu hadir, kami sudah bisa menyelesaikan masalah-masalahnya? Atau kami hadir hanya sebagai penyambung lingkaran setan tak berujung? Pergantian jabatan tanpa diikuti penyelesaian masalah?

Apakah seseorang yang bermimpi sebagai Menteri ESDM sudah memiliki konsep pengelolaan Energi? Bagaimana Road Map diversifikasi agar berjalan baik? Bagaimana membangun BUMN Pertambangan yang siap mengambil alih Freeport? Siapkah mengambil jalan tak populer penuh pro kontra subsidi BBM? Bagaimana memanfaatkan potensi Coal Bed Methane yang begitu besar? Siapkah melawan tekanan kekuatan asing? Bagaimana meningkatkan lifting minyak harian Indonesia?

Jalannya memang masih terlampau panjang, semoga kita semua dapat memastikan kita terus berproses untuk menyiapkan kapasitas terbaik ketika amanah itu datang.

Seorang Fauzil Adhim dalam bukunya yang berjudul Segenggam Iman Anak Kita mengatakan

“Kata seandainya hanya bermanfaat untuk merumuskan masa depan, lalu kita secara serius melakukannya. Bukan  untuk meratapi masa lalu, bukan pula untuk berpanjang angan-angan”

 “Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, jangalah kamu mengatakan, “Seandainya aku melakukan ini, niscaya begini dan begini.” Katakanlah, “Allah telah mentakdirkan dan apa yang Allah kehendaki, maka itu terjadi. “Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan. (HR. Muslim)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s