Catatan Tahfizh : Istiqomah

“Yang penting adalah istiqomah, cepat menghafal itu bukan prestasi, prestasi itu kalau bisa berlama-lama dengan Alqur’an”

Dulu di tempat ane ada seorang tua yang pengen menghafal qur’an, umurnya 63 tahun. Tapi dia belum bisa ngaji. Bagaimana? Kami pisahkan, perlahan dia akhirnya bisa ngaji, satu hal nilai dari beliau, beliau selalu hadir, beliau istiqomah, selalu hadir paling awal. Setelah bisa ngaji, rutin beliau setoran sepekan 1 lembar, hingga akhirnya beliau bisa hafal 15 juz.

Setelah hafal 15 juz, beliau tidak pernah hadir lagi, kami bingung, beliau yang biasanya paling istiqomah, selalu datang paling awal, tiba-tiba beliau menghilang. Kami mencari tahu, ternyata beliau sakit.

Beberapa waktu kemudian beliau kembali hadir, dengan kondisi tubuh yang belum terlalu baik, tetapi beliau tetap hadir rutin, sepekan satu lembar, hingga akhirnya beliau hafal 30 juz dan setelah beliau hafal, Allah memanggilnya.

 

Mudah atau tidaknya kita menghafal alqur’an bukan tergantung kita akh, tapi tergantung Allah, Allah memudahkan, maka mudah kita menghafalnya, pun begitu sebaliknya.

Dalam tahfizh ini, keistiqomah kita itu yang penting hadir perpekan dan usahakan mengejar target.

 

Tidak masalah hafalan antum kesusul dengan yang lain, yang penting antum bisa rutin, istiqomah.

 
-Sebuah pengingat-
Apakabar hafalanmu den?

 

Disarikan dari tausiyah ust. Asep, 16 Juni 2014

One thought on “Catatan Tahfizh : Istiqomah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s