Taaruf-an sama MRI Scanning

Setelah melalui proses yang berdarah-darah, berurai air mata dan bermandi keringat (lebai :D). Hari ini akhirnya datang juga, scan MRI. Well, literally proses untuk sampai di tahap ini memang tidak mudah, butuh perjuangan dan kerja keras.

Entah sudah berapa rumah sakit saya kunjungi, puskesmas saya datangi dan kartu kesehatan yang akhirnya beberapa minggu terakhir menambah tebal dompet saya (padahal gak ada duitnya..xD). mari coba kita list rumah sakit dan puskemas yang sudah saya datangi dengan masing-masingnya rata-rata saya datangi 3 kali (lama-lama dapet jodoh orang kesehatan juga ini *lah) : RS Persahabatan, RS Boromeus, RS Cipto Mangunkusumo, RSUD Cengkareng, Puskesmas Kalideres, Bumi Medical Ganesha, Puskesmas Semanan I, Puskesmas Semanan II (ternyata banyak juga, baru sadar -__-).

Yap, tapi, masing-masing pada akhirnya memberikan pelajaran kehidupan tak ternilai atau lebih tepatnya semua proses ini memberikan pelajaran kehidupan itu. *edisi bijak*

Titik terang hadir ketika kartu BPJS saya akhirnya jadi. Dengan menggunakan kartu BPJS ini, seluruh biaya berobat akan gratis, ya, tentu pasti ada ‘harga’ yang harus dibayar dengan proses yang panjang. Untuk kasus saya, saya harus meminta rujukan puskesmas kalideres (bahkan pertama kali kesana dokter menolak memberi rujukan “kalo dari saya, kaki kamu gapapa, jadi saya gak mau memberi rujukan” *sakitnya tuh disini*, baru ketika datang kesana untuk kedua kalinya dengan membawa bukti pemeriksaaan dan rekomendasi dokter RS Persahabatan bahwa kaki saya terindikasi ACL, sang dokter, kali ini dokternya perempuan yang masih muda, dia baik bangettttt, dengan sangat bersahabat memberikan saya surat rujukan, “aku padamu dokter” xp), lalu merujuk lagi ke RSUD Cengkareng.

 Fyi, Scan MRI biasa akan menghabiskan dana 3-4 juta, sementara operasi ACL kurang lebih 50 juta.

Setelah menunggu selama 6 jam di RSUD Cengkareng dan saya diperiksa kurang lebih 10 menit, keren! *semua ada hikmahnya* akhirnya dokter merujuk saya ke RSCM (karena di RSUD Cengkareng tidak ada alat SCAN MRI).

Fase akhir sekaligus awal adalah fase RSCM, inilah fase dimana akhirnya saya akrab dengan stasiun cikini serta daerah-daerah sekitarnya.🙂

Hingga hari ini, terhitung sudah 3 kali saya mengunjungi RSCM, pertama untuk periksa pertama di Poli Orthopedi, kedua untuk mengurus BPJS dan jadwal MRI dan hari ini Scan MRI. Anw, proses dengan kartu BPJS memang gratis, tetapi seperti saya sudah bilang diawal, kita harus belajar sabar. Antri, menunggu berjam-jam, pulang dan kembali lagi ke rumah sakit, begitulah kurang lebih siklusnya, rumusnya jadi sangat sederhana, es a sa be a ba re, sabar. Tapi jangan lupa bawa buku atau apapaun untuk mengisi waktu menunggu Anda, ini obat menunggu paling mujarab.

Jam 10.00 hari ini saya sudah stand by di Departemen Radiologi RSCM, setelah menjalani rutinitas jalan sehat St. Cikini-RSCM dan bolak-balik satu ruang ke ruang lagi nya di RSCM ini untuk mengurus administrasi.

Sebelumnya saya pernah melakukan rontgen di Bumi Medical Ganesha dan hasilnya memang tidak menunjukkan masalah pada tulang. Scan MRI adalah metode modern dalam dunia kesehatan (kata om google), secara sederhana scan MRI atau magnetic resonance imaging menggunakan prinsip magnetisasi (pliss gooling aja yaa gimana detailnya haha), dengan scan MRI kita dapat melihat detail struktur tubuh kita.

mri

kurang lebih gambar ini adalah salah satu contoh bagaimana alat scan MRI itu (saya harus lepas kacamata di ruang ganti, jadi saya tidak bisa lihat detail apalagi foto-foto ketika memasuki ruang scanning -__-)
karena memang yang akan dilihat adalah struktur pada lutut kiri saya saja, pada scan MRI tadi, hanya sebagian tubuh saya yang masuk ke dalam alat scanning, pun hanya lutut kiri yang mendapat perlakuan serius untuk di scanning. kurang lebih selama 30 menit saya harus tiduran didalam alat itu, sambil mendengarkan musik instrumen “alatnya berisik, ini mas sambil dengerin musik” ujar sang perawat.

setelah selesai 30 menit (suer, gak kerasa), yaudah selesai…(kriiik..)

insyaAllah hasilnya baru bisa diambil selasa nanti, sekaligus saya konsultasi lagi dengan dokter ortophedi, what will we do next?

 

Mohon do’a yaa, agar saya bisa segera sembuh.

Dan ketika ajakan naik gunung, jalan-jalan, atau futsal itu datang, saya kana kembali menjawab dengan lantang “HAYUUUUUK”

Tabik.

Pojok mushola cikini

9 oktober 2014

3 thoughts on “Taaruf-an sama MRI Scanning

  1. Semoga cedera yang membawa kedekatan kepada yang lebih baik ya Bung Denny.
    PS: jawaban di akhir itu tanda spirit tetap menyala (hayuk = kayuh = yuk ah!) Semangat!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s