Untuk teman teman ‘seperjuangan’ (1)

Banyak sekali catatan penting 2014 lalu, salah satunya ACL ini. Satu kata yang menjadi begitu akrab ditelingan saya sepanjang paruh 2014. ACL adalah singkatan dari Anterior Cruciate Ligament, nama salah satu otot ligamen di bagian  persendian lutut kaki, selain PCL dan menistus. Tulisan ini jelas tidak ingin membahas ACL secara keilmuan, karena memang bukan bidang saya. Tapi, anggap saja tulisan ini semacam tanggung jawab moral. Jadi ceritnya beberapa hari lalu ada seseorang yang mengontak saya melalui FB, ternyata ia teman ‘seperjuangan’, ia juga mengalami cidera ACL. Beliau mengontak saya setelah membaca tulisan saya tentang scan MRI untuk mendeteksi cidera ACL. Selain itu beliau juga bertanya tentang operasi ACL dan BPJS. Well, seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, cidera Acl adalah penyakit mahal, scan MRI saja akan memakan biaya 3-4 Juta, belum lagi untuk operasi ACL yang berbiaya 50 juta. Itulah beberapa fakta yang akhirnya diawal juga membuat saya stres, literally. Uang dari mana? Berusaha mencari tahu dari kampus (program studi) hingga Lembaga Kemahasiswaan, ya, Lembaga Kemahasiswaan memang bisa membantu, tetapi angkanya jauh dari keperluan itu.

 acl

penampakan ACL dan kawan-kawannya🙂

Sampai akhirnya saya mendapat info tentang BPJS, BPJS ini sangat membantu, meskipun, seperti saya ceritakan di tulisan sebelumnya, there is no free lunch, tetap harus ada harga yng dibayar, dengan  usaha dan kesabaran. Bahkan saya kaget ketika melihat segala berkas berobat saya, september, ya, itu awal pertama kali saya mengurus segala hal tentang Acl ini, 4 bulan. Bolak-balik Jakarta Bandung, masuk satu  puskesmas, rumah sakit, bertemu dokter hingga suster poli orthopedi RSCM yang saya hafal wajahnya (mungkin juga beliau hafal wajah saya :D).

Oke, ini bukan waktunya nostalgia, mari kembali ke topik bahasan tulisan ini. Ya, saya sadar, saya punya tanggung jawab moral untuk berbagi, apapun tentang ACL, entah sekedar ciri-cirinya, pengobatannya, operasi, pembiayaan, eveythings. Semoga dapat berguna, seperti kebergunaan artikel diluar sana yang sangat membantu ketika dulu saya mengotak-atik keyword di om google, hingga akhirnya justru malah sedih ketika membaca satu forum khusus di kaskus yang membahas ACL haha. Kadang, ada hal yang Anda ingin tahu, tetapi justru ketika makin tahu, Anda justru sedih berkepanjangan😀 haha…

Gejala  Acl?

Ehm, saya terkena cidera ACL karena futsal, Februari 2014, hampir setahun lalu. Ketika saya pertama kali cerita ke dokter orthopedi RSCM, bahkan dokternya dengan mudah menebak “main futsal ya?”.  Ternyata memang mayoritas ACL disebabkan karena futsal (pada anak muda). Agak sedikit berbeda dengan yang lainnya, cidera Acl saya bukan karena benturan, tapi karena gerakan puntir pada sendi lutut kiri, saat bagian lutut kiri kebawah saya masih diam, sedangkan  paha dan badan sudah bergerak berputar, ctak. Seketika itu juga saya merasakan sakit di lutut. Awalnya saya pikir cedera biasa, bahkan setelah istirahat dipinggir lapangan sebentar, saya kembali masih dengan muka tak berdosa ._. haha

Setelah peristiwa itu bagian lutut kiri mulai mengalami pembengkakan, bengkak yang tidak biasa, lebih besar daripada bengkak pada umumnya.

Selanjutnya?

Ini nampak seperti gejala cidera atau keselo pada umumnya, bengkak lalu dengan sendirinya bengkak dan rasa sakit itu akan menghilang. Tetapi ada satu hal, Anda akan merasakan sendi Anda kendur, sesuatu yang kalo boleh saya membahasakan, seperti ada mur atau baut yang hilang dari engselnya.

Lalu?

Beberapa kali setelah insiden itu saya kembali main futsal seperti biasa, masih dengan pemikiran itu hanya cidera biasa, tapi ketika ada pergerakan di sendi lutut kiri, ctak. Peristiwa itu terjadi lagi dan Anda akan merasakan sakit yang teramat sangat, dalam beberapa kejadian sendi lutut Anda akan kembali bengkak.

 Beberapa kali saya mencoba mengakalinya dengan membebat lutut kiri dengan kain atau apapun, untuk memastikan ia tetap kencang, meskipun hasilnya, tetap sia-sia.

Akhir Maret, sebulan setelah insiden, saya mengalami insiden berikutnya yang akhirnya menyebabkan sendi itu kembali bengkak yang sangat besar diikuti dengan rasa sakit yang teramat sangat, bahkan saya membutuhkan ruang 2 jamaah ketika shalat, karena kaki kiri yang harus diselonjorkan kesamping. Memastikan ia tidak tertekuk, bayangkan, duduk diantara dua sujud tapi kaki tidak bisa ditekuk o_0.

Setelahnya saya mencoba rontgen, sempurna, hasil rontgen menunjukkan tidak ada masalah pada tulang.

 Waktu terus berjaln dengan beberapa insiden dan rasa kebingungan, sebenarnya ada apa dengan kaki saya. Hingga akhirnya, titik terang hadir di bulan April, setelah (lagi-lagi) insiden yang membuat kaki saya bengkak besar diikuti sakit yang teramat sangat, mengingatnya saja membuat ngilu. Seorang teman yang pernah operasi ACL memberikan saran kepada saya untuk scan MRI, setelah saya cerita sedikit tentang kondisi saya, ia bilang gejalanya mirip dia dulu.

 

bersambung….

One thought on “Untuk teman teman ‘seperjuangan’ (1)

  1. Pingback: Untuk teman teman ‘seperjuangan’: segerakan! (3) | Making a Giant Leap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s