Assalamu’alaikum Beijing :D

 

Pada suatu ketika ada masanya Anda akan merasakan hal itu ; nostalgia dan perasaaan rindu akan tempat-tempat yang dulu pernah Anda kunjungi, karena Anda menyaksikannya dalam dokumentasi orang lain, latar film layar lebar atau sekedar cerita teman. Malam itu saya mengalami hal yang kedua.

Assalamu’alaikum Beijing, begitu judul film itu, sebuah film yang diangkat dari penulis terkenal Asma Nadia. Film ini dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat baik dimedia sosial maupun di grup-grup whatsapp, berbekal rasa penasaran, akhirnya saya pun turut andil menambah list daftar penonton film ini.

DSC00738

DSC00865

DSC00872

Saya tidak ingin bercerita tentang alur dari film ini, kisah cinta Asmara Nadia dan Zhung Zhung yang unyu-unyu😀 atau Sekar dan Ridwan yang saling bertolak belakang (yang satu sangat ramai dan yang satu sangat pendiam, kemudian saya teringat sesuatu..ehm..) atau beragam hikmah didalam film ini. Tidak. Jadi jangan lanjutkan membaca tulisan ini kalo Anda mencari resensi film itu hehe

Saya jadi teringat 2 tahun lalu, ketika Allah memberikan kesempatan mengunjungi kota itu : Beijing. Persis beberapa scene film ini mengambil latar di tempat-tempat yang saya kunjungi : Forbidde City, Kawasan muslim dengan masjid tuanya (yang saya pun tidak tahu apa nama masjid itu) hingga great wall, trademark terkenal negara komunis ini.

Film ini sempurna mengangkat seluruh memori saya kedalam perjalanan 2,5 tahun, mengunjungi great wall (tembok raksasa) yang ternyata jauh dari pikirannya saya, it’s really giant, melihat sisa-sisa china masa lampau di forbiden city, berkeliling Birdnest Stadium hingga bersilaturahim dengan kaum minoritas muslim di kawasan Beijing.

Itulah perjalanan pertama keluar negeri dan langsung melihat sisi lain dunia dimana muslim menjadi minoritas, berhari-hari tidak mendengar adzan secara langsung, belajar bagaimana sulitnya mencari makanan halal beradaptasi dengan suasana dan kondisi yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Kabar baiknya, selalu ada pembelajaran dari tiap perjalanan, melihat sisi lain yang berbeda akhirnya membuat kita bersyukur, diberi begitu banyak kemudahan dalam beribadah dan lingkungan yang begitu mendukung.

Aah, saya rindu Beijing.

 

Assalamu’alaikum Beijing

Foto ini udah bisa saingan sama Revalina S. Temat belum ya😀

DSC00931

 

 

 

2 thoughts on “Assalamu’alaikum Beijing :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s