Underground Coal Gasification

Underground Coal Gasification (UCG) adalah proses gasifikasi batubara secara insitu. Batubara dikonversi ke bentuk gas dibawah tanah dengan cara menginjeksikan suatu oksidan (uap dan oksigen) yang bertekanan tinggi ke dalam lapisan batubara pada suatu pipa yang disebut dengan pipa injeksi. Konsep dasar dari proses UCG adalah menggunakan 2 sumur (well) kedalam lapisan batubara, sumur pertama digunakan untuk menginjeksikan oksidan, sedangkan sumur kedua digunakan untuk membawa produk berupa gas ke permukaan. Produk yang dihasilkan dikenal sebagai ‘syngas’ dan dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan baku untuk berbagai produk kimia. UCG dapat digunakan untuk pemanfaatan batubara yang tidak ekonomis dengan tambang open cut ataupun metode penambangan bawah tanah, atau batubara yang tidak dapat diakses karena faktor kedalaman, geologi dan pertimbangan keselamatan.

 

Underground Coal Gasification (UCG) di Australia

DI Australia, pengembangan UCG dibagi dalam 2 rezim, mineral resources untuk aktivitas produksi sehingga harus mengacu pada Mineral Resources Act 1989 dan rezim Migas untuk aktivitas distil, refine dan store syngas sehingga harus mengacu pada Petroleum and Gas (Production and Safety) Act 2004.

Perkembangan UCG di Australia tergolong masih baru, proyek pertama UCG di Australia dimulai pada tahun 1999, sampai hari ini sudah terdapat 3 proyek percobaan pengembangan UCG dan semua berada di Queensland, proyek pertama dimulai tahun 1999 oleh Linc Energy, lalu pada tahun 2008 oleh Carbon Energy dan 2009 oleh Cougar Energy dengan target melakukan gasifikasi 20.000 ton batubara selama periode dua sampai tiga tahun. Namun hingga kini belum satupun proyek mencapai tahap komersil.

Munculnya indikasi permasalahan lingkungan membuat pemerintah Australia merilis Underground Coal Gasification Policy pada Februari 2009 yang menyatakan pemerintah tidak mengijinkan pengembangan projek UCG lain selain tiga projek yang sudah existing.

Juni 2010 Kementrian Lingkungan Australia menemukan kandungan benzena pada sampel air tanah yang diambil di Kingroy area projek UCG Cougar Energy. Hal ini diikuti dengan penutupan pilot projek Kingroy ini. Penutupan pilot projek Cougar Energy tidak lama berselang diikuti oleh penutupan 2 projek lain yang dikerjakan oleh Linc Energy dan Carbon Energy.

Januari 2011, Independen Scientifict Panel (ISP), sebuah panel ahli yang ditunjuk untuk memberikan saran kepada pemerintah tentang kebijakan UCG dibentuk. Peran utama ISP adalah menganalisis, menilai dan mengevaluasi berbagai faktor teknis dan lingkungan dan melaporkan hasil kegiatan percobaan termasuk rekomendasi tentang prospek dan manajemen masa depan UCG di Queensland.

Juli 2013, ISP merilis hasil evaluasinya, ISP menyimpulkan 2 hal berikut:

  • Gasifikasi Batubara Underground pada prinsipnya dapat terus dilakukan selama tidak melanggar aspek sosial dan lingkungan.
  • ISP berpendapat bahwa untuk mendapat ijin tahap komersial pengusahaan UCG di Queensland, perusahaan harus menunjukkan proses penutupan sumur injeksi aman dan tidak mencemari lingkungan kemudian desain operasi produksi komersial harus dicapai dalam integrated risk-based framework.

April 2014, pemerintah Queensland melakukan gugatan kepada Linc Energy karena dinilai sudah menyebabkan kerusakan lingkungan serius di area projek mereka.

Underground Coal Gasification at Indonesia

Pengembangan UCG di Indonesia terhambat oleh tiga hal, masih minimnya pemahaman tentang teknologi UCG, regulasi yang belum jelas dan potensi penurunan-kemungkinan kebocoran reservoir jika reservoir tidak cocok. Dasar regulasi pengusahaan UCG saat ini masih mengacu pada UU Minerba dan PP 77 tahun 2014 tentang perubahan ketiga atas peraturan pemerintah No 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang menyebutkan salah satu kegiatan pengolahan batubara adalah gasifikasi batubara (coal gasification). Sementara itu produk dari UCG adalah gas yang notabene masuk dalam kategori rezim migas, sehingga perlu pemetaan dan penentuan regulasi lebih jelas terkait UCG.

Kajian untuk menyusun regulasi pengembangan UCG masih terus dilakukan, Tekmira Bulan Mei lalu baru melakukan kajian akademis penerapan teknologi UCG di Indonesia dan menyiapkan policy paper mengenai penerapan teknologi UCG di Indonesia sebagai bahan rujukan/pedoman dalam penyusunan regulasi/peraturan pengusahaan UCG. Sementara itu Dirjen Minerba dan PT Medco Energy Mining sedang melakukan studi bersama terkait penyusunan regulasi gasifikasi UCG di Indonesia dengan secara paralel Medco Mining sedang mengajukan ijin prinsip pengembangan UCG di Limau Palembang dan ditargetkan tahun 2018 memasuki tahap eksplorasi.

*a brief draft for M1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s