LPDP: Catatan, Tips dan Trik

Sejak tingkat 2 kuliah dulu saya sudah merencanakan untuk memilih melanjutkan studi alih-alih langsung bergelut dengan dunia professional kerja dan kabar baiknya, di akhir kehidupan saya di kampus, pemerintah meluncurkan salah satu beasiswa paket komplit yang kini diburu banyak orang: LPDP!

Di tahun 2014, lebih tepatnya di akhir masa pembinaan asrama, intensitas berinteraksi dengan LPDP semakin meningkat karena supervisor asrama kami menjadi panitia PK LPDP, sedikit banyak saya banyak bertanya tentang LPDP kepada beliau-beliau: syarat-syarat, gimana supaya lulus, tentang PK dll.

Sebenarnya sekilas seleksi LPDP tidak terlalu rumit karena terdiri ‘hanya’ dari 2 tahap: seleksi administrasi dan seleksi substantif.

Untuk batch 2 2016, LPDP lebih mengutamakan untuk kuota Dalam Negeri.

Seleksi Administrasi

Untuk seleksi administratif, kita harus memenuhi semua persyaratan yang diminta LPDP, selama semua kualifikasi dan dokumen sudah upload, insyaAllah kelulusan di tahap ini sudah di tangan.

dokumen administratif lpdp

Dokumen Yang Harus Disiapkan Untuk Seleksi LPDP

 

Di tahap ini, yang menjadi tantangan bagi saya adalah menyelesaikan 3 esai (rencana studi, esai kontribusi dan esai sukses terbesar), Surat Keterangan Sehat, Sertifikat Bahasa asing, Surat Rekomendasi dan LoA.

Esai. Untuk esai saya banyak dapat inspirasi dari esai teman-teman ITB yang sudah menjadi awardee. Esai sukses terbesar dalam hidup, saya banyak berkontemplasi mengingat-ingat hingga akhirnya saya putuskan, ini loh sukses terbesar bagi saya. Kuncinya cukup satu, be yourself, karena ini yang paling tahu diri kita sendiri. Untuk esai kontribusi, CV sangat berguna untuk merinci apa-apa yang sudah pernah saya lakukan, meskipun tidak semua kegiatan saya cantumkan di esai, pilah-pilih yang mana yang paling berpengaruh dan linier dengan plan masa depan. Esai rencana studi, saya melihat kurikulum dan mata kuliah yang ada di kampus tujuan, lalu saya plot dan masukkan dalam esai. Kenapa kampus dan jurusan tujuan studi saya penting bagi Indonesia, bagaimana ranking kampus tujuan dalam pemeringkatan kampus-kampus dunia dan saya akan aktif dimana selama kuliah disana. Tantangan terbesar dalam pembuatan esai adalah kepercayaan diri. Kadang esai sudah jadi tetapi kita ragu apakah ini benar-benar sudah bagus? Hehe. Untuk yang butuh contoh esai LPDP saya sebagai referensi, bisa komen dan cantumkan email ya, semoga membantu.

Surat Keterangan Sehat, Karena saya mendaftar untuk tujuan LN, selain surat keterangan sehat dan bebas Narkoba, saya juga harus mengumpulkan surat keterangan bebas TBC dan lpdp mensyaratkan semuanya dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah. Sepertinya karena sudah banyak yang meminta surat keterangan sehat untuk keperluan LPDP, sebagian besar rumah sakit sudah tahu dan punya harga tersendiri untuk tes kesehatan keperluan LPDP. Pertama kali saya datang ke RS Persahabatan, ternyata biaya untuk ke 3 paket tersebut sebesar 1,2 juta 4 hari kerja (mahallllll….). Akhirnya saya mencoba tanya-tanya teman saya yang sudah cek kesehatan (ini penting bangettt). Dan saya memutuskan cek kesehatan di RSUD Cengkareng, alhamdulillah biayanya jauh lebih murah, 400ribu 4 hari kerja. Untuk cek kesehatan sendiri, saya harus datang 2 kali ke RS, karena untuk cek TBC harus mengambil dahak pagi hari keesokan harinya. Untuk yang di Jakarta Barat, saya merekomendasikan cek kesehatan di RSUD Cengkareng, selain lebih terjangkau, petugasnya pun sangat kooperatif.

Sertifikat Bahasa Asing, saya akhirnya baru mendaftar LPDP Batch 2 2016 karena saya baru memegang sertifikat IELTS di Bulan Februari. Penting untuk menjadwalkan tes IELTS, jadwal keluar hasil dan rencana kita apply LPDP, oiy, sering sekali jadwal tes IELTS kita mundur karena jadwal tes yang kita inginkan sudah full booked, jadi pastikan mendaftar tes IELTS jauh-jauh hari. Sebelum tes IELTS saya memilih kelas intensif IELTS di IALF Kuningan karena dekat dengan kantor. Alhamdulillah, hasil tes saya memenuhi syarat LPDP dan kampus tujuan saya. Tips dan trik IELTS, cek disini.

Surat Rekomendasi, alhamdulillah atasan saya sangat membantu hal ini dan beliau sangat mendukung langkah saya mendaftar LPDP. Bahkan beliau menawarkan “Butuh rekomendasi dari Pak Menteri gak?” wiiih, tapi udah dari bapak dulu aja cukup pak. Hehe

LoA, sampai sesi wawancara saya belum mendapatkan LoA. Karena beberapa kampus tujuan saya di Australia, saya memilih mendaftar via IDP, karena dengan begitu alhamdulillah gratis biaya pendaftaran sebesar A$100 (sekitar 1 juta). Di luar dokumen akademik, biasanya yang membuat lama dalam perburuan LoA adalah Personal Statement atau Motivation Letter (pengalaman…). Apakah sebaiknya memiliki LoA dulu sebelum mendaftar LPDP? Cek jawabannya di artikel ini.

Seleksi Substantif

Seleksi substantif LPDP terdiri dari 4 bagian: verifikasi, Leaderless Group Discussion (LGD), Essay On the Spot dan Interview. Saya kebagian 2 hari dengan hari pertama Verifikasi dan Interview dilanjut Essay On The Spot dan Leaderless Group Discussion di hari kedua. Sebisa mungkin survei lokasi H-1 atau datang 3-2 jam sebelum waktu tes.

 

Verifikasi, pastikan semua dokumen yang kita submit di web lpdp sudah kita kumpulkan dalam satu map H-1, untuk verifikasi, LPDP meminta untuk membawa dokumen asli bukan fotokopi. Sebelum tes substantif, kita akan diberikan kartu peserta, saran saya, urutkan dokumen yang kita bawa sesuai urutan di kartu peserta. Petugas LPDP akan mengecek kelengkapan dokumen yang kita bawa, so pastikan lagi semua kita bawa sebelum berangkat menuju lokasi.

verifikasi

Lembar Verifikasi

Interview, Setelah jam 08.00-09.00 waktu verifikasi, waktu interview saya adalah jam 11.00-11.45. Meskipun saat Hari H jadwal interview saya maju menjadi jam 10.30. Jadi pastikan tetap standby di lokasi. Interview bagi sebagian orang adalah tahap superr penting, pun bagi saya. Buang jauh-jauh gambaran interview akan dilakukan di ruang khusus semacam interview kerja, karena interview akan dilakukan di aula besar dan di aula tersebut banyak kelompok-kelompok interview lain, tapi tenang, tidak akan menggangu interview kita kok.

Pertanyaan-pertanyaan interview :

“Tell me about yourself”

“Kenapa harus mengambil di luar?”

“Kenapa tidak di ITB?”

“Kenapa harus di UNSW dan Australia”

“apa rencana kamu kalo tidak diterima LPDP?”

“Kenapa tidak mencari pengalaman kerja dulu baru lanjut s2?”

 

Bisa dibilang interview saya anomali dari interview yang pernah saya baca-baca bermodal googling, orang-orang mah 30-40 menit, saya Cuma 15 menit haha, interview saya berkutat dengan pertanyaan “kenapa memilih di UNSW Australia tidak di ITB saja?” mungkin karena LPDP sedang memperbesar kuota dalam negerinya. Alhamdulillah, sebelumnya saya sudah membandingkan kurikulum Master Mining Engineering ITB dan UNSW.

Baca kisah interview saya lebih lengkap disini

Oiy, pastikan kita juga membawa dokumen pendukung semacam Print out korespondensi dengan kampus, bukti sudah mendaftar dll.

Essay On The Spot, Hari kedua saya kebagian Essay On The Spot dan LGD. Essay On The Spot berlangsung selama 30 menit, tidak ada instruksi baku di tahap ini, kita hanya diberi 2 tema (tema saya Reklamasi Jakarta dan UN), diminta memilih satu dari dua tema lalu memberikan opini. Kalo yang sudah pernah mengerjakan writing IELTS part 2, nah, sebaiknya format OTS ini dibuat seperti writing IELTS itu. Bagian awal pembukaan, argumen pro, argumen kontra, kesimpulan. Penting untuk banyak baca dan update kondisi kontemporer dari koran-koran. Tapi, jangan update kondisi bangsa Cuma demi beasiswa yaaa hehe..

Leaderless Group Discussion, sebelum memasuki ruangan untuk OTS, tiap peserta sudah dibagi perkelompok LGD dan setelah OTS ada cukup jeda waktu untuk kumpul dengan kelompok LGD, bagusnya kelompok kami langsung kumpul, kenalan dan menyiapkan strategi perang haha. Kami sepakat semua berpendapat dahulu mengikuti arah jarum jam, baru setelahnya sesi bebas siapa yang ingin berpendapat. Kami mendapat tema tentang Penyanderaan Warga Indonesia oleh Abu Sayyaf. Intinya dalam LGD ini, coba cari pendpaat yang berbeda dari yang lain dan jangan memaksakan pendapat, karena menurut saya yang dinilai adalah bagaimana kita siap memimpin dan dipimpin.

 

Setelah semuanya selesai, saatnya next step, banyak-banyak berdo’a guys.. hehe

Semoga Bermanfaat!

45 thoughts on “LPDP: Catatan, Tips dan Trik

  1. Bang Denny, terima kasih untuk tulisan tips dan trik LPDPnya, cukup memberikan gambaran terhadap proses seleksi beasiswanya. Boleh minta esainya buat referensi bang? Email saya kamandika.egia[at]gmail.com. Terima kasih!

  2. Terimakasih Bang udah share di sini, saya Rahadian, Tambang ITB 2013, saya senang ternyata ada beberapa senior saya di Tambang ITB yang dapat LPDP. Kalau berkenan boleh saya minta contoh essay abang? Alamat surel saya: rahadianmuslim@gmail.com . Sukses bang buat studi nya di UNSW!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s